Gue galau.
Ga ga kali ini bukan karna cowo, bukan karna cinta, suka dan apalah itu.
Ini karna, rasa bersalah.
Hahhhhhhh
Gue abis baca tumblr orang. Temen gue. Salah satu yg 'pernah' jd yg terdekat. Hhhhhh
Sumpah gue pen nangis banget.
Jadi.................... Hhhhhhhh
Gue baca beberapa judul yg ada di tumblrnya itu. Yg ngebuat gue jadi galau, ah ya tepatnya merasa bersalah
Yg pertama saat nilai dia jatoh. Gue ngalamin hal yg sama. Persis! Bedanya gue terjatuh jauh lebih dalam. Dan bedanya gue punya 'seseorang' yg mendukung gue, nyemangatin gue. Ya gue tau pasti, dengan sangat yakin, lebih banyak lagi orang yg mendukungnya berada disisinya menyemangatinya. Tapi kehadiran 'seseorang' ini pasti akan sangat berpengaruh untuknya, setidaknya itu menurut gue.
Yg kedua. Disalah satu judul dalam tumblrnya jg terdapat sebuah kalimat yg bener2 rasanya nusuk hati gue. Kalimat sederhana yg penuh dgn kekecewaan dan keputus asaan, ya lagi2 setidaknya itu menurut gue. 'yg gue kira bakal jd sahabat selamanya tapi nyatanya tidak' sumpah kata2 itu nampar gue banget. Why? Karna sekarang 'seseorang' itu jg menjadi sahabat gue. Dan bisa dibilang dia orang terdekat gue dan gue orang terdekat dia, salah satu dari yg terdekat lainnya. Gue gaenak. Sebelumnya mereka emang deket. Dan jujur gue ngerasa jadi orang ketiga. Tiba2 dateng dan ngerebut semuanya. Tapu sumpah! Gue sama sekali ga ada niatan kaya gitu. Itu semua ga sengaja. Tbtb aja gue ama 'seseorang' itu jd deket dan akhirnya saling percaya untuk berbagi rahasia. Hhhhh
Yang ketiga. Dijudul yg sama, dari kata2nya dapat diketahui dia masih punya rasa yg amat besar pada 'seseorang' itu. Yg bikin gue ngerasa bersalah adalah gue tau seberapa dalam rasa 'seseorang' itu pada 'seseorang lain'. Gue ngerasa bersalah karna ya apa ya? Yaaa intinya gue tau seberapa sakit rasanya kalo dia tau apa yg gue tau hhhhh
Yg keempat. Kali ini murni tentang gue. Bukan tentang dia tapi masih satu sumber 'tumblrnya'. Dijudul yg sama pada yg pertama. Dia ada bilang 'orang lain lebih peduli sama nilai gue dibanding gue sendiri. Jujur, gue IRI! Disaat yg sama selain 'seseorang' itu mana ada yg peduli sama gue. Malah ada yg berkata sambil senyum mengejek. Jujur saat itu gue bener2 sakit, kecewa, sedih, dan sangat merasa jatuh yg amat dalam. Tapi siapa peduli? Temen? Cuek. Guru? Apa penting mereka. Ortu? Cuman diem. Hhhhhh. Gue tuh butuh dukungan. Butuh disemangatin. Oke gue tau motovator terbesar adealah diri gue sendiri, tapi bukankah kalau ada yg mendukung gue bakal lebih semangat?
Sekian.
No comments:
Post a Comment