Saturday, October 8, 2011

Lelah

Sejujurnya aku lelah
Terlalu lelah untuk menghadapi semua ini
Makin hari masalah bukan makin terselesaikan tapi malah semakin rumit
Mungkin masalah lain bisa diatasa dengan mudah
Atau setidaknya bisa diabaikan
Tapi beda dengan ini
Sesuatu yang kini menjadi santapan sehari hari dalam rumah
Lelah rasanya mendengar pertengkaran yg tak ada habisnya itu
Memang bukan pertengkaran hebat yg membanting semua perabotan pada lawannya
Tapi bahkan lebih parah dari itu
Sesuatu hal yg tak seheboh itu tapi cukup membebani pikiran siapapun yg melihatnya, setidaknya itu berlaku untukku
Tak lelahkah mereka yg menjalaninya?
Aku yg hanya duduk di bangku penonton saja lelah
Tak sadarkah mereka yg mereka lakukan membuat penontonnya terhipnotis?
Terbawa suasana?
Seakan ikut berperan?
Tak tahukan mereka menonton lebih sakit daripada melakoninya?
Masalahku juga tak sedikit
Cukup banyak
Sekolah, teman, dan apalah itu
Tak bisakah mereka mengerti?
Tak bisakah mereka tak membebaniku?
Mungkin mereka lupa kalau aku sudah besar
Aku sudah tumbuh menjadi gadis remaja
Mulai dewasa
Setidaknya seharusnya mereka sadar bahwa aku lebih dari cukup untuk mengerti
Kadang aku sengaja melakoni peran mereka dengan siapapun yg ada
Membuat mereka menjadi penonton
Bermaksud memperlihatkan rasanya sebagai penonton
Tapi entah kenapa mereka tak banyak berfikir untuk mengerti maksudku
Bukankah mereka terlalu pintar untuk mengerti maksudku?
Atau saking terlalu pintarnya hingga mereka tak akan memikirkan hal yang mungkin kecil ini?
Sadarlah. Ini besar!
Aku lelah
Lelah dengan semua ini
Serasa semua bebanku tak cukup berat sehingga semua datang bertubi-tubi
Yang kadang menghantam pertahananku hingga roboh. Hampir seluruhnya
Tak tahukah mereka rasa sakit ini?
Bukan bermaksud egois
Bisakah aku dibilang egois jika dibanding dengan perlakuan mereka?
Aku cukup mengerti
Cukup memahami
Membiarkan
Satu-satunya yang kuharap saat ini hanyalah semua ini cepat usai
Aku tak butuh banyak episode yang tak berguna
Aku hanya ingin pertunjukan ini segera tamat
Secepatnya.

1 comment:

  1. Jadilah penonton yang bijaksana. Terhipnotislah sementara jangan selamanya. Ingatlah, Tuhan memberikan cobaan sesuai kemampuan umatnya, karena kita dirasa mampu maka kita diberi cobaan seperti itu :)

    ReplyDelete